JAKARTA,C.I.New’s — Virus corona baru diyakini semakin sangat tidak dapat diprediksi dibanding virus lain yang menyerang pernapasan. Dilansir dari Washington Post, selain di paru-paru, virus ini ternyata juga menyerang hampir setiap bagian tubuh, dari otak hingga ke jari kaki.
Selama ini, banyak dokter berfokus pada pengobatan reaksi inflamasi yang menyebabkan pembekuan darah, juga ketika mereka berjuang untuk membantu pasien bernafas. Belajar tentang penyakit baru dengan cepat, dengan lebih dari 78.000 kematian AS dikaitkan dengan pandemi, ternyata hanya sedikit penelitian yang solid bisa dipakai untuk dijadikan pegangan.
Basis data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mencantumkan lebih dari 14.600 makalah terkait COVID-19. Bahkan lembaga kesehatan publik utama dunia, termasuk Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), terus-menerus mengubah saran mereka untuk menyesuaikan dengan perkembangan baru.
COVID-19 dapat dimulai dengan beberapa gejala atau tidak sama sekali, berhari-hari kemudian memompa udara keluar dari paru-paru tanpa peringatan sebelumnya.
Penyakit ini menyerang lansia, orang-orang yang memiliki penyakit bawaan, dan mereka dengan berat tubuh berlebih atau obesitas. Selain itu, lebih banyak menyerang pria daripada perempuan, dan ada juga tanda-tanda penyakit ini dapat mempersulit kehamilan. Risiko kematian penyakit ini terhadap kaum muda masih masih lebih rendah dibanding mereka yang sudah berusia lanjut.
Perkembangan terbaru terkait COVID-19, dokter telah memperingatkan adanya reaksi peradangan dengan komplikasi jantung yang terjadi pada anak-anak, yang mungkin terhubung dengan virus.(Ibnu)

