Ribuan Pengrajin Alas Kaki di Ciomas Bogor Gulung Tikar

BOGOR, C.I.New’s – Karena pandemi virus corona (covid-19) yang semakin meluas, sehingga berdampak kepada 1600 pengrajin alas kaki sepatu dan sandal di wilayah Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor.

Yang mana para pengrajin sudah tidak beroperasi atau bangkrut karena sudah tidak ada order.

“Saya sih sudah pasrah karena situasinya begini. Mau bagaimana lagi sudah tidak ada orderan,” ungkap pengrajin alas kaki di Desa Sukadamai, Pepen kepada C.I.New’s Sabtu (2/5/2020).

Padahal kata Pepen, setiap bulan Ramadhan dan lebaran menjadi lumbung rupiah bagi pengrajin alas kaki di Ciomas.

“Biasanya setiap Lebaran dan Ramadhan orderan bisa dua sampai tiga kali lipat dibanding bulan biasa. Tapi untuk tahun ini orderan sepi banget,” keluh Pepen.

Terkait hal itu, Camat Ciomas Chairuka Judyanto membenarkan, bahwa nasib pengrajin alas kaki sepatu dan sandal tahun ini benar benar terdampak oleh pandemi.

“Di Ciomas ada sekitar 2000 pengrajin alas kaki, sedangkan yang terdampak 80 persen. Berarti sekitar 1600 pengrajin alas kaki yang terdampak,” kata mantan Camat Leuwiliang ini.

Lanjut Chairuka, pihaknya tidak tinggal diam dan sudah perintahkan kepada kepala desa dan lurah untuk mendata para pengrajin alas kaki khususnya yang katagori Usaha Kecil Menengah (UKM) rumahan.

“Pokoknya semua harus di data dan akan segera kami ajukan ke Pemkab Bogor,” ucapnya. (Ibnu)

Tinggalkan komentar