JAKARTA, C.I.New’s – Menurut hasil survei yang dilakukan reuters terhadap lembaga pemasyarakatan (LP) ditemukan bahwa 2.300 narapidana (napi) terkena COVID-19. Sebanyak 95% tidak mengalami gejala.
“Kami tidak selalu dapat menentukan dari mana semua kasus berasal,” kata Annette Chambers-Smith, direktur Departemen Rehabilitasi dan Koreksi Ohio, seperti dilansir reuters.com (26/4/2020). Ketika virus menyebar, mereka mulai melakukan tes massal.
Chambers mengepalai 28 LP milik negara. “Ini sangat mengejutkan,” imbuhnya.
Reuters mensurvei semua 50 penjara negara. Dari jumlah itu, sebanyak 30 penjara yang menjawab, mengenai gejala yang dialaminya. Setelah disurvei para narapidana itu menjalani pemeriksaan darah.
Dari hasil pengecekan darah juga menunjukkan bahwa dari empat penjara negara bagian – Arkansas, North Carolina, Ohio dan Virginia – 96% dari 3.277 narapidana yang dites positif virus corona tidak menunjukkan gejala, menurut wawancara dengan pejabat dan catatan yang ditinjau oleh Reuters. Itu dari 4.693 tes yang termasuk hasil pada gejala.
Negara bagian Ohio, misalnya, memiliki 49.000 tahanan di 28 fasilitas. Dari hasil tes darah, sebanyak 3.837 narapidana dinyatakan positif virus corona di 15 dari fasilitas itu. Tetapi negara belum memberikan hasil pada 1.809 napi yang memiliki gejala.
Kemudian di Florida dan Texas, yang populasi tahanannya lebih besar dari Ohio, melaporkan total gabungan hanya 931 kasus – jauh lebih sedikit dari 3.837 tahanan yang dites positif di Ohio.
New York, pusat wabah AS, telah melaporkan 269 kasus positif di antara 51.000 narapidana. Ketiga negara bagian itu hanya menguji tahanan simptomatik.
Angka-angka ini juga memperkuat pertanyaan tentang apakah pengujian terhadap orang yang dicurigai terinfeksi benar-benar menangkap penyebaran virus.
“Ini menambah pemahaman bahwa kita memiliki jumlah kasus yang kurang di AS,” kata Dr. Leana Wen, asisten profesor kedokteran darurat di Universitas George Washington, mengatakan tentang temuan Reuters.
“Hitungan kasus kemungkinan jauh, jauh lebih tinggi dari yang kita ketahui saat ini karena kurangnya pengujian dan pengawasan.”
Beberapa orang yang didiagnosis sebagai tidak bergejala ketika diuji untuk virus corona, bagaimanapun, dapat terus mengembangkan gejala kemudian, menurut para peneliti.
Amerika Serikat memiliki penghuni penjara yang tersebar di negara bagian. Pada 2017 saja, terrdapat 2,3 juta yang meringkuk di bui – hampir separonya etrsebar di sel negara bagian. Mereka sebagian adalah tahanan yang menunggu persidangan sebelum vonis yang mengirim mereka ke penjara.(Ibn)

