
Chakrawala Indo New’s – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan jumlah peserta yang akan diterima pada gelombang pertama sebanyak 164 ribu orang.
Kemudian, peserta yang tak terpilih pada seleksi awal bisa mengikuti gelombang kedua. Namun, calon peserta itu tak perlu mengikuti proses dari awal.
Artinya, mereka yang gagal masuk di gelombang pertama bisa ikut dalam gelombang kedua tanpa harus mengisi lagi data identitas diri, serta tes motivasi dan matematika dasar.Mengutip laman resmi prakerja.go.id.
syarat mengikuti program kartu prakerja ;
- calon peserta merupakan warga negara Indonesia (WNI),
- Minimal berusia 18 tahun, dan sedang tak menempuh pendidikan formal.
Dalam hal ini, pemerintah akan melakukan verifikasi data calon peserta terlebih dahulu sebelum memutuskan ke langkah selanjutnya.
Setelah data yang diberikan calon peserta terverifikasi, calon peserta akan mengikuti tes motivasi dan matematika dasar.
Hal ini dilakukan untuk mengetahui kompetensi dan potensi yang dimiliki calon peserta.
Jika lolos seleksi, peserta bisa memilih jenis pelatihan yang diinginkan dan sesuai dengan kompetensinya masing-masing.
Di sini, peserta bisa mengikuti pelatihan secara daring (online) selama penyebaran virus corona masih meluas di Indonesia.
Pemerintah bekerja sama dengan beberapa platform digital, seperti ;
1. Tokopedia,
2. Ruang Guru.
3. Mau Belajar Apa.
4. Bukalapak.
5. Pintaria.
6. Sekolahmu.
7./Pijar.
Sementara untuk pembayaran bisa dilakukan melalui ;
- BNI
- OVO
- Gopay
- Link Aja.
Dalam hal ini, setiap peserta akan mendapatkan total insentif bantuan pelatihan sebesar Rp3,55 juta.
Dana itu terdiri dari biaya pelatihan sebesar Rp1 juta, insentif pasca pelatihan Rp600 ribu per bulan selama empat bulan, dan insentif survei sebesar Rp50 ribu untuk tiga kali.
Jika peserta tak mengikuti pelatihan pertama, maka statusnya sebagai peserta di program kartu prakerja langsung hangus dan tak akan mendapatkan insentif yang dijanjikan pemerintah.
Pemerintah menyediakan call center jika ada calon peserta yang kesulitan mendaftar dan menggunakan fasilitas di program kartu prakerja.
Masyarakat bisa menghubungi call center di nomor 021-25541246 dan e-mail di info@prakerja.go.id. Layanan ini buka setiap Senin-Jumat dari pukul 08.00-19.00 WIB.
Sebagai informasi, pemerintah akan menyalurkan kartu prakerja kepada 5,6 Juta Orang syarat mengikuti program kartu prakerja ;
Orang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK)
pekerja informal yang pendapatannya tertekan akibat penyebaran virus corona.
Awalnya, pemerintah menargetkan kartu prakerja diluncurkan awal Maret 2020, namun molor.
Kartu pra kerja yang diinisiasi pemerintah untuk memberikan bekal kepada angkatan kerja Indonesia rencananya akan dirilis hari ini, setelah gagal dilakukan pada Kamis (9/4/2020) lalu.
Mundurnya waktu launching ini guna memastikan situs tersebut dapat beroperasi dengan baik sehingga bisa memberikan layanan yang handal dan aman.
Untuk bersiap memanfaatkan layanan ini, ada baiknya disimak terlebih dahulu cara ikut dalam program ini melalui situs prakerja.go.id.
Cara Daftar :
- Daftarkan akun pribadi di situs prakerja.go.id. Untuk ini kamu harus memasukkan email dan nomor ponsel. Selanjutnya akan dikirimkan kode verifikasi ke email atau nomor ponsel.
- Selanjutnya login akun dan klik daftar kartu pra kerja dan isi formulir pendaftaran.
- Selanjutnya akan ada tes kemampuan dasar.
- Jka dinyatakan lulus maka kamu akan dihubungi dan memilih pelatihan yang ingin diikuti.
Setelah terdaftar nanti peserta akan mendapatkan hak untuk diberikan pendidikan dan pelatihan dan akan diberikan sertifikat setelah dinyatakan lulus. Pendidikan yang didapatkan bisa secara offline maupun online.
Selain itu, peserta akan mendapatkan insentif sebesar Rp 3.550.000 per orang. Rinciannya Rp 1 juta untuk bantuan pelatihan, Rp 600 ribu selama 4 bulan untuk insentif pelatihan dan Rp 150 ribu insentif survei pekerjaan yang dilakukan sebanyak 3 kali.
Untuk program ini pemerintah sudah menaikkan anggaran dari Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun. Anggaran ini akan dikucurkan kepada 5.605.634 orang dan peserta program per minggu paling banyak 164.872 orang.(Ibnu_Ferry)


