Bandar Lampung – International Association of Lion club (Lion Club) adalah gabungan club yang secara lahiriah bergerak di bidang amal sosial, namun hakikatnya bagian organisasi pro-Freemasonry, Organisasi ini dikembangkan oleh tangan-tangan Yahudi untuk menghancurkan dan menguasai dunia.
Sejarah berdirinya Lion Club tak berbeda jauh dengan Rotary Club. Organisasi ini didirikan oleh seorang berkebangsaan Amerika, Malvin Jones, tahun 1915, dengan menghimpun para pebisnis Amerika Serikat.
Kegiatan Lion Club:
Secara lahiriah organisasi Lion Club mengusung suatu konsep hubungan kemanusiaan; menghilangkan segala hambatan di antara mereka; menyeru pada persaudaraan, kebebasan, dan kesetaraan; menyebar spirit kebaikan serta kerja sama antar-bangsa; berbagai pengetahuan melalui cara-cara yang memungkinkan, membantu para tuna netra, dan memberi pelayanan pada lingkungan setempat.
Asas dasar Lion Club tidak diketahui lebih jelas dan pasti karena terselubung di balik kegiatan lahirnya. Padahal, sebenarnya organisasi ini adalah pengikut gerakan Freemasonry Yahudi, dan esensinya pun diambil dari konsep ideologi kelompok Zionis.
Di antara bahaya laten dari organisasi Lion Club ini, yaitu:
- Lion Club memiliki slogan “agama milik Tuhan, adapun negara milik bersama.” Inilah slogan yang menyerukan sekularisme dan pemisahan agama dari sendi kehidupan.
- Lion Club mengetahui rahasia-rahasia pebisnis dan proyek-proyek yang ditanganinya, yang tentunya sangat berguna bagi mereka dalam mengetahui permasalahan ekonomi dan kondisi pasar lokal.
- Lion Club menggunakan kode rahasia dalam menyusun informasi dan laporan ke pusat organisasi ini di Amerika. Laporan tersebut dilengkapi identitas anggotanya yang berasal dari pebisnis.
- Lion Club mengadakan pesta-pesta yang berbau mesum di balik selubung kegiatan amal.
Untuk mendulang simpati publik, Yahudi menyebut berbagai organisasinya dengan beragam nama. Padahal semuanya dengan menghalalkan segala cara, hanya bertujuan menyebarkan kerusakan dan sekaligus untuk menguatkan dominasi mereka.
Penipuan anggota Lion Club:
Kemunculan Lion Club berbasis organisasi sosial dan budaya yang bertujuan menjalin hubungan baik dengan berbagai pihak di berbagai belahan dunia, termasuk jazirah Arab, telah mengecoh banyak pihak yang masuk dalam organisasi ini. Sehingga mereka pun tidak menyadari hakikat, tujuan, rencana, serta sejarah kemunculannya yang terlahir dari gerakan Freemasonry Yahudi. Akibatnya, mereka tidak mengetahui “wajah asli” keanggotaannya di dalam organisasi ini.
Ide dan konsep organisasi Lion Club:
Nama organisasi mereka Lion yang berarti singa. Nama tersebut menyimbolkan kekuatan dan keberanian. Huruf-huruf pada kata “Lion” sendiri menyimbolkan makna khusus bagi mereka.
Lion Club, sebagaimana halnya para anggota Freemasonry lainnya, juga melarang perdebatan di bidang politik dan agama.
Organisasi ini berpura-pura dalam kegiatan berikut:
- Menyerukan persaudaraan, kebebasan, dan kesetaraan.
- Memberi pelayanan ihwal ilmu dan budaya.
- Mendorong pertukaran kunjungan atau pun pertemuan.
- Menyebar spirit kebaikan serta kerja sama antarbangsa.
- Mengembangkan spirit persahabatan antar-individu yang jauh dari ikatan apa pun.
- Mempedulikan kesejahtaraan sosial.
- Berusaha menyebar pengetahuan dengan berbagai media yang ada.
- Menolong penyandang cacat (tuna netra) dan memberikan pelayanan sosial lainnya.
- Meringankan beban dan hambatan kehidupan sehari-hari warga.
- Memberi berbagai bentuk pelayanan kepada lingkungan setempat.
- Mengadakan bermacam-macam perlombaan hiburan, di samping mendorong pertukaran kunjungan serta pertemuan.
- Mendukung program dan proyek sosial.
- Mendukung program dan proyek PBB.
Ideologi Lion club:
a. Organisasi Lion Club tidaklah berbeda dengan gerakan Freemasonry yang diikutinya. Maka akar pemikiran organisasi ini otomatis sama dengan akar pemikiran gerakan Yahudi itu.
b. Lion Club berpegang pada hubungan kemanusiaan dan menghilangkan hambatan antar-sesama manusia.
c. Esensi Lion club diambil dari konsep dan dari ideologi kelompok Zionis.
Keanggotaan Lion Club:
– Syarat-syarat keanggotaan Lion Club tidaklah berbeda jauh dengan syarat-syarat keanggotaan di dalam klub Freemasonry dan Rotary Club secara umum.
– Perbedaannya dengan Freemasonry, di dalam Lion Club dibolehkan dua anggota mewakili bidang profesi atau pekerjaan yang sama.
– Tidak setiap orang boleh mengajukan permohonan menjadi anggota Lion Club ini. Hanya anggota aktif Lion Club yang berhak mencalonkan dan menawarkan keanggotaan kepada seseorang, yakni bila mereka melihat ada kepentingan pada diri orang tersebut.
– Disyaratkan agar anggota Lion Club ini dari kalangan pebisnis sukses.
– Disyaratkan agar tempat kerja anggota baru berada di wilayah yang sama dengan daerah tempat cabang Lion Club berada.
Kegiatan Lion Club:
Dengan mengusung motto “melayani kemanusian dan masyarakat” amat membantu organisasi Lion Club ini untuk tersebar luas ke seluruh dunia.
Lion Club menjadi organisasi internasional pada tahun 1917 M.
Dewan direksi terdiri dari 12 anggota, dengan catatan di antara mereka harus ada satu atau dua orang mantan ketua club yang lama demi menguatkan pengaruh atas dewan ini, agar tak menyimpang dari jalur atau haluan yang sudah digariskan.
Kantor pusat Lion Club terletak di Oak Brock, Illinois, Amerika Serikat. Organisasi ini memiliki club-club cabang di Amerika Serikat, Eropa, dan berbagai belahan dunia lainnya, termasuk Indonesia.

