Bandar Lampung – Rotary Club adalah organisasi Yahudi yang mempunyai pertalian dengan Freemasonry. Perannya sebagai penyuluh perbaikan hubungan di antara berbagai kelompok, akan tetapi mereka pura-pura membatasi pada kegiatan nasional, budaya, dan ekonomi saja.
Untuk di ketahui saat ini, terdapat lebih dari 32.000 Rotary Club yang berada di lebih dari 200 negara dan wilayah geografis.
Moto Rotary adalah “service above self,” yang berhubungan dengan pelayanan umum di masyarakat, tempat kerja dan dunia.
Anggota Rotary Club terdiri dari para pemimpin bisnis dan profesional yang melayani masyarakat di mana klub berada.
Keanggotaan Rotary atau Rotarian biasanya dilakukan melalui undangan atau melalui referensi.
Kriteria untuk keanggotaan Rotary Club meliputi memiliki reputasi karakter pribadi, bisnis dan profesional yang baik.
Calon anggota Rotary Club juga harus masuk dalam salah satu dari tiga kategori. Kategori ini mencakup mereka yang telah berpartisipasi dalam Rotary Foundation, mereka yang sedang melayani atau telah melayani sebagai pemimpin masyarakat, dan mereka yang memegang atau telah memegang posisi eksekutif dalam bisnis atau profesi yang diakui.
Keanggotaan Rotary Club bersifat terbuka untuk orang dari semua budaya, kepercayaan dan ras. Organisasi ini tidak berorientasi politis atau agama.
Sampai tahun 1989, anggota seluruhnya merupakan laki-laki, sedangkan pada tahun 2007, terdapat lebih dari 145.000 anggota perempuan.
Setiap Rotary Club memiliki empat tanggung jawab kepada Rotary internasional. Salah satunya adalah untuk mempertahankan atau meningkatkan keanggotaan kelompok lokal.
Tanggung jawab kedua adalah berpartisipasi dalam proyek pelayanan masyarakat setempat maupun global.
Rotary Club juga mendukung Rotary Foundation secara finansial dan melalui partisipasi anggota.
Sedangkan tanggung jawab terakhir adalah untuk mencetak pemimpin yang melayani organisasi di luar level klub.
Anggota klub biasanya bertemu sekali seminggu. Tanggung jawab anggota antara lain hadir dalam pertemuan, berpartisipasi dalam pelayanan, dan promosi anggota baru.
Ketika memulai pertemuan mingguan Club wajib mengungkapkan kalimat pembuka: “Atas nama Rotary (bukan atas bangsa-bangsa atau atas umat)”. Sesudah itu, semua anggota akan melantunkan mars organisasi. Lalu semuanya berdiri untuk melakukan tarian khusus.
Tujuan Rotary Club:
- Memupuk hubungan kuat di antara individu pengikut Rotary, serta mendukung satu sama lainnya demi mencapai kedudukan yang tinggi di negaranya sendiri. Itu karena terdapat banyak club pada organisasi ini yang tersebar di setiap kota utama di seluruh penjuru dunia. Banyak sekali tokoh serta pemimpin internasional sudah bergabung dengan club ini.
- Menyeru pendekatan antar-(umat) beragama dan mau meninggalkan perbedaan agama.
- Menyusup ke dalam masyarakat Non-Yahudi dengan memanfaatkan isu toleransi.
Fatwa kaum muslimin:
Majamma fiqhy mengeluarkan fatwa dan keputusan pada saat pertemuan di kota Makkah Al-Mukarramah tahun 1398 H bahwa prinsip-prinsip gerakan Freemasonry, Lions Club, dan Rotary Club bertentangan total dengan kaidah-kaidah Islam.
Vatikan tentang Rotary Club:
Vatikan pun menerbitkan surat keputusan 20 kanun awal (Desember) tahun 1950 M, yang berisikan: “Untuk menjaga serta kemuliaan, seluruh tokoh agama ini tidaklah boleh mengikuti atau pun bergabung dengan lembaga yang bernama Rotary Club, dilarang serta dalam perkumpulannya. Ada pun yang bukan tokoh agama, mereka diharuskan memperhatikan surat keputusan 684, mengenai lembaga-lembaga serta organisasi terlarang atau dicurigai.”
Penipuan anggota Rotary Club:
Tampilan Rotary Club sebagai organisasi sosial dan budaya yang bertujuan menjalin hubungan baik dengan berbagai pihak di belahan dunia, termasuk di negeri Arab, mengecoh tak sedikit pihak yang tertarik untuk bergabung dengannya, sehingga mereka juga tidak menyadari hakikat, tujuan, rencana, serta awal mula kemunculan organisasi ini, yang lahir dari gerakan Freemasonry. Akibatnya, mereka tidak menyadari hakikat keanggotaannya dalam organisasi Yahudi ini.
Diklaim anggota Rotary Club di seluruh dunia mencapai 1,2 juta orang yang tersebar di 200 negara, termasuk negara-negara Arab dan Indonesia.
Pendirian Rotary Club:
Rotary Club pertama didirikan pada 23 Februari 1905 di bawah pengawasan Paul P. Harris, seorang pengacara Freemasonry terkenal di Chicago, Amerika Serikat. Kata Rotary (dari istilah “rotation”: perputaran) sendiri diambil dari keberlangsungan dan perputaran rutin pertemuan rutin para pengurus organisasi di tiap akhir pekan dan per tahun.
Langkah Rotary Club mencapai tujuan:
- Melangsungkan beberapa pertemuan serta pesta secara berkala, agar individu-individu berbagai bangsa saling mengenal, saling mendekatkan diri, dan saling menyayangi. Langkah ini mereka tempuh agar ide dan pemikirannya dapat disebarkan ke semua pihak, sekaligus agar dapat menyebarkan mata-mata untuk mengawasi mereka.
- Menyampaikan ceramah tentang berbagai agama dengan dalih ingin mengenalkan kepada semua pihak, terkhusus mengenai agama Yahudi.
- Menghelat berbagai seminar yang menyeru pada pendekatan antar-agama.
Pengelompokan anggota Rotary Club:
Keanggotaan dalam Rotary Club terbagi menjadi lima kelompok, yaitu:
- Anggota pekerja inti
- Anggota pekerja cadangan. Biasanya anggota cadangan ini beranggotakan anak atau rekan anggota pekerja pertama itu.
Keberadaan suatu anggota pekerja di dalam Rotary Club mewakili satu bidang pekerjaan. Tujuan merekrut anggota pekerja ini supaya organisasi mendapat keuntungan dari keahlian teknik yang dimiliki anggota pekerja tersebut, selain menghindari gesekan atau konflik antar-individu.
Terdapat anggota lain di samping kedua anggota di atas, yaitu:
- Anggota lama
- Anggota yang sudah pensiun
- Anggota kehormatan
Rotary Club terdiri dari banyak komite, utamanya ada tujuh, yaitu:
- Komite pelayanan internasioanal, perannya untuk menciptakan kedekatan antara warga negara dan bangsa, serta pelucutan senjata.
- Komite pelayanan profesi; untuk menguatkan perkenalan antar-berbagai profesi yang ada di suatu kota.
- Komite pelayanan msyarakat; untuk membantu para gubernur dalam mengurangi polusi dan menjaga lingkungan.
- Komite pemuda; fungsinya menyebarkan spirit saling memahami antara generasi muda.
- Komite klasifikasi; tujuannya adalah mengikat anggota satu sama lain.
- Komite penerbitan surat kabar atau majalah; berperan aktif menjamin berjalannya promosi dan periklanan.
- Komite pelayanan club; yakni untuk mengatur kehadiran anggota yang terdaftar.
Rotary Club aktif memberikan pelayanan umum dan bantuan kemanusiaan fiktif, yang sebenarnya memiliki tujuan rahasia dan ada unsur kepentingan yang berkaitan erat dengan ambisi Yahudi.
Rotary Club mengaku sebagai pengusung konsep “menguatkan kesepahaman antar-warga bangsa dan menghapus faktor perpecahan dan konflik”. Padahal di waktu yang sama, Club ini justru gigih membentuk organisasi-organisasi lainnya yang memecah belah bangsa, menambah kedengkian di antara mereka, dan memecah belah negara dan kota ke dalam bagian-bagian kecil, sehingga mudah dikuasai. Inilah yang terlihat jelas pada banyak kasus peperangan dan perebutan perbatasan antara negara di dunia ini.
Peranan pemuda:
Kegiatan Rotary Club tidak hanya diperankan oleh tokoh masyarakat, melainkan para pemuda juga memiliki peran besar dalam organisasi ini, karena banyak pemuda dan pelajar yang terdorong memiliki peran dalam kehidupan sosial dan politik.
Lembaga-lembaga pengajaran dan pelatihan di negara-negara Arab ini sendiri sangat membantu di dalam upaya mendorong warga bangsa untuk berperan aktif dan serius dalam menyiapkan para pemuda sebelum bergabung dengan mereka.
Maka tak heran jika banyak Rotary Club didirikan agar bisa menampung para pemuda tadi, baik yang berasal dari kalangan anggota Rotary Club sendiri maupun dari luar mereka.

