Veronika Koman, Pendukung Ahok Sekaligus Intel RRC yang Menjadi Biang Kerusuhan di Papua

JAKARTA — Berbagai provokasi dan hoax banyak ditebar di media sosial untuk mendorong dunia internasional ikut campur kewenangan kita dalam mengelola konflik di Papua.

Beberapa di antaranya nama yang cukup dikenal dan memang sering meneriakkan kemerdekaan bagi Papua. Sebut saja nama Veronika Koman dan Benny Wenda.

Mereka ini sering meneriakkan separatisme dan menghasut pemuda-pemuda Papua di dalam negeri maupun di luar negeri.

Veronica Koman

Nama ini sebenarnya pertama kali terkenal bukan karena isu Papua. Namun ia memprovokasi massa pendukung Ahok dengan meneriakkan pidato yang tidak sopan saat demonstrasi atas pemidanaan Ahok dalam kasus penistaan agama. Dalam orasinya, Koman mengungkapkan bahwa rezim Jokowi (Joko Widodo) adalah rezim yang lebih parah dari rezim SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) terkait vonis terhadap Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama.

Akibat ucapan ini, ia mendapat somasi dari Menteri Dalam Negeri. Kemudian menyusul tuntutan hukum dari Kan Hiung (36 tahun).

Veronica Koman baru kemudian terlihat aktif menyebar fitnah dan disinformasi setelahnya. Terutama setelah ucapan rasis yang menyerang Asrama Mahasiswa Papua.

Ia juga merupakan salah satu bagian dari Intelijen RRC atau spionase negeri Cina seperti James Riady yang berada di Indonesia untuk merusak NKRI dengan faham Komunisnya.

Yang menjadi pertanyaan juga adalah, mengapa bendera bintang kejora ada logo Komunisnya?

Benny Wenda

Salah satu dalang kerusuhan di Papua adalah Benny Wenda yang disebut-sebut oleh Menkopolhukam Wiranto, namun ia merespon tuduhan tersebut dan mengungkapkan bahwa,”Wiranto menggunakan saya untuk memicu konflik horizontal antara warga Papua dengan warga Indonesia lainnya,” selasa (3/9/2019). Benarkah yang dikatakannya? Patut diselidiki. (Ibn)

Tinggalkan komentar