Andi Arief Minta Pendukung Jokowi Klarifikasi Terkait Isu Pemenangan Pemilu

JAKARTA — Menurut Andi Arief, dirinya sudah menduga persidangan SN ahan tertutup. Karena materi rekaman sudah membahayakan pemerintahan Jokowi.

“Soal Kecurangan Pemilu! Sudah ada kode dari megawati tadi: Patuhi Aturan!, kata Andi pada, Rabu (9/12/2015).

“Yang gampang marah itu anak ingusan. Presiden jangan marah, tapi lapor ke penegak hukum! Memangnya kalau marah langsung divonis rakyat gagah, tegas? Laporkan ke penegak hukum kalau merasa dicatut, berani? Presiden marah itu tidak ada dampak hukum. Apalagi marahnya ngumpulin wartawan. Kalau marah sambil ngumpulin wartawan namanya acting sinetron?,” lanjut andi.

Menurut Andi, kalau Presiden tidak menuntut ke penegak hukum, malah melakukan operasi rahasia (tertutup), berarti apa yang ada di rekaman diasumsikan benar. Sangat berbahaya, kejaksaan dan kepolisian melakukan operasi penegakan hukum tertutup! Ini abuse of power.

“Presiden bisa lakukan abuse of power gunakan kejaksaan, kepolisian, pasukan khusus TNI, intelejen dan lain-lain. Ini harus dihindari!,”tandasnya.

Andi mengingatkan para pendukung Jokowi , bahwa isu kecurangan pemilu ini isu sensitif di masyarakat dan Dunia Internasional. Harus diklarifikasi.

“Kita tidak ingin Presiden Jokowi yang mulia ini dipandang sebelah mata oleh dunia internasional yang sangat sensitif pada kecurangan pemilu,” jelasnya.

“Republik ini menyedihkan! Noken di Papua lewat Tito Carnavian menghabiskan uang setengah trilyun menangkan Jokowi! Menyedihkan! Tito Carnavian mendapat hadiah Kapolda Metro Jaya karena sukses Noken di Papua. Menyedihkan! Terungkapnya kecurangan pemilu sistem Noken Papua melibatkan Kepolisian dan uang besar harus tetap diusut,” ungkal Andi Arief.

Andi menambahkan, bahwa pengakuan adanya kecurangan pemilu yang diungkap Reza Chalid itu penting, karena dihadapan ketua DPR-RI.

“Pimpinan KPU, Tito Carnavian dan Reza Chalid fihak harus diproses soal kecurangan pemilu! Belajar dari Kasus Arroyo, ditangkap karena kecurangan pemilu,” pungkasnya. (Ibnu)

Tinggalkan komentar